Antalogi 3: Dendam Remaja
Puisi 1
Yuni Bukan Air Mata
-----------------------------------
Kau benar benar jadi nyata
Di senyum badai dada
Dibawa Sang cipta kembali pada jasad
Nyawa dan entitas berbeda
Namun Yuni
Kau tetap kamu
Dengan luka, dengan cinta
Dan senyuman misterius mu
Kau bukan air mata
Kau sejarah yang menjadi guru
Menapak hidup nan kian dekat
Kini dihadapan hadir.
Kepastian memang dikau
Karena cahayanya tak kan dusta
Pada malam ku nan gulita
Kau Yuniku.
Pasti di dada itu
Membawa kebingungan jasad
Dari kisah terputus
Nan ingin di mulakan semula
Tak siap aku
Akan Luka luka baru
Nan mungkin mengikuti
Bangko 22- 9 - 2025
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Puisi 2
ITU ITU JUA
peperangan rasa nan menggelora
Bukan alasan ku tiada faham
Kalau engkau sesuatu nan sama
Ya itu itu jua
Nan pulang semula
Walau tak akan ada nan fahami
Dia hanya mengandung jiwa
Nan sebenarnya Hanya itu itu jua
Tak berubah
Tak beralih
Tak berkurang
Tak berlebih
Karena inti dari ada berada ini
Hanya cinta hanya kasih
Nan dipancarkan dari yang satu
Kemana wajah wanita
Nan aku pandang cinta
Dalam pancaran nan sebenarnya hanya
Kau Jua
Bangko 23- 9 -25
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Puisi 3
JADAH
Semula di wajah sang rupawan
Beralih ke kasih berlebih
Dan cemburu membara
Namun apalah jasad
Hanya daging sebalut tulang
Nan jadah penuh noda
Menyeret hasrat.
Memburu nafsu
Demi menghias diri sendiri
Di kebutuhan ingin nan fana
Nan tak kunjung mau selesai
Sapa sepi menampar angkuh
Di dunia nan kian jauh
Bisikkan demi bisikan
Menusuk dalam relung nan merasa nyeri
Bahwa kepergian adalah kedatangan
Dan akhir adalah awalan
Kemudian takdir pula nan disalahkan
Kalau merindu cinta sejati
Bercerminlah pada sepi
Di sana jawab akan mengharu
Di air mata penebusan
Bangko 23-9-2025
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
PUISI 4
SEPI LASMIYATI
Balada Malam Lasmiyati
di dusun hening sunyi
berteman cinta nan telah mati
meraba mata nan tangis tak henti
aku bukanlah musuh mu
kau tahu ini tatap matamu
cinta nan meruam dad
dan kasih nan buat kau tersisih
balada malam
senda sakit meruam
nyayian sepi
nan menikam di rahasia hati
malam Lasmiyati
sunyi pada diri
sepi lasmiyati
luka hati sepi
dan kini
bunga layu telah mengering
dan hati
menanggung luka tak henti darah
kita masih suka
kita masih lara
dengan sejuta sesal
sejuta maaf
nan sunyi
Rantau panjang 23-9-2026
Puisi 5
AKULAH PELABUHAN MU
aku adalah cinta itu
maka hapus air matamu
akulah kasih itu
maka buang duka laramu
tatap mata ini
buang segala sunyi
aku akan senantiasa disini
buat usir segala sepi
akulah api itu
nan hangatkan dingin dirimu
aku alah Embun itu
nan sejukkan gerah panasmu
ukiran lalu. iar hapus
sakit lama biar nak pupus
kasih bukan soal lara
tapi jalan kedewasaan jiwa
akulah tujuan
bukan singgahan
akulah pelabuhan
buka. sekarang dermaga
akulah cintamu
akukah kasihmu
akulah apimu
akulah embunmu
Rantau panjang 9-10-25
Komentar
Posting Komentar